musik tanyo

Jumat, 20 Mei 2016

Percobaan 3 jaringan tubuh hewan fan tumbuhan

PERCOBAAN : III
I.       Judul Praktikum               : Jaringan Tubuh Hewan dan Tumbuhan
II.    Tanggal Praktikum           : 30 November 2015
III.TujuanPraktikum  : Untuk mengamati bentuk sel dan berbagai                                                          sel yang menyusun jaringan.
IV.              Dasar Teori                      :
      Jaringan adalah kumpulan sel yang masing-masing bekerja dengan yang lain didalam satu kelompok fungsi yang samaa. Di dalam satu jaringan yang sama, sel-selnya memiliki tipe yang sama. Ilmu yang mempelajari tentang jaringan disebut histologi. Pengertian jaringan terkadang dikacaukan oleh adanya kumpulan sel-sel yang masing-masing selnya aktif mengambil zat-zat makanan, aktif berfotosintesis, aktif mengadakan metabolisme dan berkembang biak sehingga hanya merupakan individu-individu yang mengumpul. Kelompok sel-sel ini disebut koroni.
      Pengelompokan jaringan kedalam empat kategori utama, yaitu jaringan epithelium, jaringan ikat, jaringan saraf dan jaringan otot. Keempat jaringan tersebut ditemukan pada semua hewan kecuali hewan yang paling sederhana. Jaringan yang terdapat pada tumbuhan secara umum dibagi menjadi 2, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa (permanen). Jaringan meristem adalah kumpulan sel muda yang aktif membelah yang menghasilkan jaringan lain. Hasil pembelahan jaringan meristem disebut jaringan dewasa, karena jaringan tersebut sudah tidak membelah lagi dan tidak mengalami diferensiasi. Jaringan meristem di bagi 2 yaitu meristem primer dan meristem sekunder, jaringan dewasa terbagi 6 yaitu epidermis, parenkim, sklerenkim, xilem dan floem.
      Jaringan yang umum diamati adalah jaringan pada tanaman dikotil dan monokotil. Pengamatan jaringan tumbuhan akan lebih mudah diamati jika menggunakan pewarna untuk mewarnai jaringan tersebut. Pewarnaan bertujuan agar perbedaan sel atau jaringan dapat dilakukan dengan baik. Bahan pewarna alami dapat dibuat sendiri untuk pembuatan preparat permanen jaringan tumbuhan yaitu pewarna dari filtrat daun muda jati (Tectona grandis), dengan cara filtrat daun muda jati dilarutkan dengan alkohol. Metode yang digunakan yaitu metode irisan bebas pada organ akar dan batang tanaman dikotil dan monokotil. Pewarna dan filtrat daun mudaa jati dapat mewarnai jaringan epidermis, parenkim, floem, xilem dan sklerenkim dengan baik pada preparat jaringan tumbuhan yang dikembangkan.
      Salah satu teknik dalam memperbanyak tanaman secara klonal untuk perbanyakan masal. Keuntungan pengadaan bibit melalui kultur jaringan yaitu dapat diperoleh bahan tanaman yang unggul dalam jumlah banyak dan seragam sehingga dapat digunakan sebagai bahan untuk perbanyakan selanjutnya. Penggunaan zat pengatur tumbuh dalam kultur jaringan tanaman sangat penting, yaitu untuk mengontrol organogenesis dan morfogenesis dalam pembentukan dan perkembangan tunas dan akar serta pembentukan talus. Zat pengatur tumbuh terdiri dari sitokinin dan auksin.
V.                 Alat dan Bahan                :
a.       Alat :
1)      Mikroskop                         4)  kaca penutup
2)      Pisau silet                           5)  gelas penutup
3)      Kaca benda
b.      Bahan :
1)      Cakar ayam
2)      Sayap belalang (Schistecera americanis)
3)      Sayang capung (Subordo anisoptera)
4)      Aquadest
5)      Empelur ubi kayu (Manihot utilissima)
6)      Tempurung kelapa (Cocos nucifera)
7)      Anilin sulfat
8)      Cabai (Capsicum annum)
VI.              Cara Kerja                       :
1.      Jaringan pada Hewan
a.       Disayat setipis mungkin scara memanjang bagian luar cakar ayam.
b.      Diletakkan pada kaca benda dengan ditetesi aquadest, laalu ditutup dengan kaca penutup.
c.       Diletakkan pada kaca benda yang lain sebagian sayap capung atau sayap belalang dan ditutup dengan kaca penutup.
d.      Diamati dibawah mikroskop dari pembesaran lemah sampai pembesaran kuat.
e.       Digambarkan dan diberi keterangan.
2.      Jaringan pada Tumbuhan
a.       Disayat secara melintang empelur ubi kayu.
b.      Diletakkan diatas kaca benda yang telah diisi dengan aquadest, lalu ditutup dengan kaca penutup.
c.       Diamati dibawah mikroskop, digambarkan dan diberikan keterangan.
d.      Dikerok tempurung kelapa pada bagian dalam yang berwarna hitam, diletakkan diatas kaca benda yang telah ditetesi aquadest, lalu ditutup dengan kaca penutup.
e.       Diamati dibawah mikroskop, digambar dan diberikan keterangan.
VII.           Hasil Pengamatan            :
VIII.        Pembahasan                     :
      Berdasarkan hasil pengamatan, dapat diketahui bahwa jaringan merupakan kumpulan dari sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan dibagi menjadi dua, yaitu jaringan pada hewan dan tumbuhan. Jaringan utama pada hewan dikelompokkan menjadi 4 macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi permukaan dan membatasi rongga tubuh. Fungsi utama jaringan epitel adalah melindungi jaringan dibawahnya, mengangkut zat antarjaringan dan sekresi berbagai enzim. Jaringan ikat sering disebut jaringan penyokong atau penyambung, letak sel-selnya tidak berhimpit rapat, bentuk selnya tidak teratur, contohnya pada lemak. Jaringan ikat dibagi menjadi 2 yaitu jaringan ikat longgar dan jaringan ikat padat. Jaringan saraf terdiri ats sel-sel saraf (neuron) yang terdiri atas 3 bagian utama yaitu dendrit yang berfungsi membawa inpuls ke arah badan sel, badan sel merupakan bagian utama yang memiliki inti sel dan akson (neurit), berfungsi membawa impuls keluar badan sel. Jaringaan otot terbagi atas otot polos, otot lurik dan otot jantung. Perbedaan otot polos, otot lurik dan otot jantung dapat dilihat pada tabel berikut.
Otot
struktur
Fungsi dan letak
Otot polos
Bentuk seperti gelendong dengan satu inti ditengah. Tidak mempunyai garis gelap terang.
Fungsi : melakukan gerak tak sadar, bekerja untuk waktu yang lama.
Letak : saluran pencernaan, seperti duodenum (usus 12 jari), jejunum (usus kosong) dan ileum (usus penyerapan).
Otot lurik/otot rangka
Berbentuk silinder panjang yang membentuk berkas yang dinamakan fasikula. Inti sel lebih dari satu terletak di tepi. Membentuk garis gelap terang (lurik)
Fungsi : melakukan gerak sadar, bereaksi cepat terhadap stimulus tetapi tidak dapat berlangsung lama.
Letak : rangka seluruh tubuh.
Otot jantung
Berbentuk silinder panjang bercabang-cabang membentuk anyaman. Inti sel hanya satu ditengah. Membentuk garis gelap terang (lurik)
Fungsi : melakukan gerak tak sadar, ritmis, dan terus menerus.
Letak : jantung.

       Jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua macam yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa (permanen). Jaringan meristem adalah jaringan muda yang sel-selnya aktif membelah. Berdasarkan asal pembentukannya, jaringan meristem dibedakan menjadi meristem primer dan meristem sekunder. Meristem primer adalah jaringan yang ditemukan pada tumbuhan dewasa (ujung akar dan ujung batang) sedangkan jaringan sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari meristem primer, contohnya kambium. Berdasarkan letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi meristem apikal, meristem interkalar dan meristem lateral.
       Jaringan dewasa (permanen) adalah jaringan yang sudah tidak membelah lagi dan tidak mengalami proses diferensiasi. Jaringan ini terdiri dari jaringan epidermis (jaringan terluar/pelindung), parenkim (jaringan dasar), jaringan penyokong (kolenkim,sklerenkim) dan jaringan pengangkut (xilem dan floem). Pengamatan jaringan pada tumbuhan salah satu bahan yang digunakan adalah empelur ubi kayu (Manihot utilissima). Jaringan yang terdapat pada empelur ubi kayu adalah jaringan parenkim. Jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar karena terdapat disemua organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, buah dan biji. Ciri-ciri jaringan parenkim adalah terdiri dari sel-sel hidup yang berukuran besar, dinding sel tipis, berbentuk segi enam, dan memiliki banyak vakuola; letak inti sel mendekati dasar sel ; mempunyai banyak rongga sel, sehingga susunan sel tidak rapat. Bagian-bagian yang terdapat pada jaringan empelur ubi kayu yaitu dinding sel dan ruang antar sel. Pada jaringan parenkim belum terjadi penebalan.
       Pengamatan kedua yaitu mengamati jaringan yang terdapat pada tempurung kelapa (      Cocos nucifera). Jaringan yang terdapat pada tempurung kelapa adalah jaringan sklerenkim. Jaringan sklerenkim yaitu sel-sel mati yang memiliki dinding sel yang tebal. Bentuk sel nya pipih dan panjang dan berujung runcing, saling berdekatan, disetiap tengah-tengah sel terdapat lingkaran kecil. Bagian-bagian yang terdapat pada jaringan tempurung kelapa yaitu dinding primer, dinding sekunder, lumen yang berfungsi sebaagai tempat terjadinya pertukaaran udara, dan noktah (celah) yang berfungsi sebagai penguat jaringan. Pada jaringan sklerenkim telah terjadi penebalan. Pengamatan ketiga yaitu pada batang cabai (Capsicum annum). Jaringan yang terdapat pada batang cabai adalah jaringan kolenkim, jaringan kolenkim memiliki penebalan dinding sel yang tidak merata. Penebalan hanya pada sudut-sudut selnya saja.
IX.              Kesimpulan                      :
1.      Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama.
2.      Jaringan penyusun pada hewan terdiri dari jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot dan jaringan saraf.
3.      Jaringan otot dibedakan menjadi otot polos, otot lurik dan otot jantung.
4.      Jaringan penyusun pada tumbuhan secara umum terbagi dua yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa (permanen).
5.      Jaringan dewasa (permanen) terdiri dari jaringan epidermis (jaringan terluar), jaringan parenkim (jaringan dasar), jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim) dan jaringan pengangkut (xilem dan floem).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

laporan akhir fisika dasar

Beberapa ebook

Di bawah ini adalah beberapa ebook yang saya dapatkan dari dosen ,teman dan situs web lainnya, kemudian saya post ulang untuk iseng2 s...