PERCOBAAN : III
I. Judul
Praktikum :
Jaringan Tubuh Hewan dan Tumbuhan
II. Tanggal
Praktikum :
30 November 2015
III.TujuanPraktikum :
Untuk mengamati bentuk sel dan berbagai sel yang menyusun jaringan.
IV.
Dasar
Teori :
Jaringan adalah kumpulan sel yang masing-masing bekerja dengan
yang lain didalam satu kelompok fungsi yang samaa. Di dalam satu jaringan yang
sama, sel-selnya memiliki tipe yang sama. Ilmu yang mempelajari tentang
jaringan disebut histologi. Pengertian jaringan terkadang dikacaukan oleh adanya
kumpulan sel-sel yang masing-masing selnya aktif mengambil zat-zat makanan,
aktif berfotosintesis, aktif mengadakan metabolisme dan berkembang biak
sehingga hanya merupakan individu-individu yang mengumpul. Kelompok sel-sel ini
disebut koroni.
Pengelompokan jaringan kedalam empat kategori utama, yaitu
jaringan epithelium, jaringan ikat, jaringan saraf dan jaringan otot. Keempat
jaringan tersebut ditemukan pada semua hewan kecuali hewan yang paling
sederhana. Jaringan yang terdapat pada tumbuhan secara umum dibagi menjadi 2,
yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa (permanen). Jaringan meristem
adalah kumpulan sel muda yang aktif membelah yang menghasilkan jaringan lain.
Hasil pembelahan jaringan meristem disebut jaringan dewasa, karena jaringan tersebut
sudah tidak membelah lagi dan tidak mengalami diferensiasi. Jaringan meristem
di bagi 2 yaitu meristem primer dan meristem sekunder, jaringan dewasa terbagi
6 yaitu epidermis, parenkim, sklerenkim, xilem dan floem.
Jaringan yang umum diamati adalah jaringan pada tanaman dikotil
dan monokotil. Pengamatan jaringan tumbuhan akan lebih mudah diamati jika
menggunakan pewarna untuk mewarnai jaringan tersebut. Pewarnaan bertujuan agar
perbedaan sel atau jaringan dapat dilakukan dengan baik. Bahan pewarna alami
dapat dibuat sendiri untuk pembuatan preparat permanen jaringan tumbuhan yaitu
pewarna dari filtrat daun muda jati (Tectona
grandis), dengan cara filtrat daun muda jati dilarutkan dengan alkohol.
Metode yang digunakan yaitu metode irisan bebas pada organ akar dan batang
tanaman dikotil dan monokotil. Pewarna dan filtrat daun mudaa jati dapat
mewarnai jaringan epidermis, parenkim, floem, xilem dan sklerenkim dengan baik
pada preparat jaringan tumbuhan yang dikembangkan.
Salah satu teknik dalam memperbanyak tanaman secara klonal
untuk perbanyakan masal. Keuntungan pengadaan bibit melalui kultur jaringan
yaitu dapat diperoleh bahan tanaman yang unggul dalam jumlah banyak dan seragam
sehingga dapat digunakan sebagai bahan untuk perbanyakan selanjutnya.
Penggunaan zat pengatur tumbuh dalam kultur jaringan tanaman sangat penting,
yaitu untuk mengontrol organogenesis dan morfogenesis dalam pembentukan dan
perkembangan tunas dan akar serta pembentukan talus. Zat pengatur tumbuh terdiri
dari sitokinin dan auksin.
V.
Alat
dan Bahan :
a. Alat
:
1) Mikroskop 4) kaca penutup
2) Pisau
silet 5) gelas penutup
3) Kaca
benda
b. Bahan
:
1) Cakar
ayam
2) Sayap
belalang (Schistecera americanis)
3) Sayang
capung (Subordo anisoptera)
4) Aquadest
5) Empelur
ubi kayu (Manihot utilissima)
6) Tempurung
kelapa (Cocos nucifera)
7) Anilin
sulfat
8) Cabai
(Capsicum annum)
VI.
Cara
Kerja :
1. Jaringan
pada Hewan
a. Disayat
setipis mungkin scara memanjang bagian luar cakar ayam.
b. Diletakkan
pada kaca benda dengan ditetesi aquadest, laalu ditutup dengan kaca penutup.
c. Diletakkan
pada kaca benda yang lain sebagian sayap capung atau sayap belalang dan ditutup
dengan kaca penutup.
d. Diamati
dibawah mikroskop dari pembesaran lemah sampai pembesaran kuat.
e. Digambarkan
dan diberi keterangan.
2. Jaringan
pada Tumbuhan
a. Disayat
secara melintang empelur ubi kayu.
b. Diletakkan
diatas kaca benda yang telah diisi dengan aquadest, lalu ditutup dengan kaca
penutup.
c. Diamati
dibawah mikroskop, digambarkan dan diberikan keterangan.
d. Dikerok
tempurung kelapa pada bagian dalam yang berwarna hitam, diletakkan diatas kaca
benda yang telah ditetesi aquadest, lalu ditutup dengan kaca penutup.
e. Diamati
dibawah mikroskop, digambar dan diberikan keterangan.
VII.
Hasil
Pengamatan :
VIII.
Pembahasan
:
Berdasarkan hasil pengamatan, dapat diketahui bahwa jaringan
merupakan kumpulan dari sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.
Jaringan dibagi menjadi dua, yaitu jaringan pada hewan dan tumbuhan. Jaringan
utama pada hewan dikelompokkan menjadi 4 macam, yaitu jaringan epitel, jaringan
ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Jaringan epitel adalah jaringan yang
melapisi permukaan dan membatasi rongga tubuh. Fungsi utama jaringan epitel
adalah melindungi jaringan dibawahnya, mengangkut zat antarjaringan dan sekresi
berbagai enzim. Jaringan ikat sering disebut jaringan penyokong atau
penyambung, letak sel-selnya tidak berhimpit rapat, bentuk selnya tidak
teratur, contohnya pada lemak. Jaringan ikat dibagi menjadi 2 yaitu jaringan
ikat longgar dan jaringan ikat padat. Jaringan saraf terdiri ats sel-sel saraf
(neuron) yang terdiri atas 3 bagian utama yaitu dendrit yang berfungsi membawa
inpuls ke arah badan sel, badan sel merupakan bagian utama yang memiliki inti
sel dan akson (neurit), berfungsi membawa impuls keluar badan sel. Jaringaan
otot terbagi atas otot polos, otot lurik dan otot jantung. Perbedaan otot
polos, otot lurik dan otot jantung dapat dilihat pada tabel berikut.
|
Otot
|
struktur
|
Fungsi
dan letak
|
|
Otot
polos
|
Bentuk
seperti gelendong dengan satu inti ditengah. Tidak mempunyai garis gelap
terang.
|
Fungsi
: melakukan gerak tak sadar, bekerja untuk waktu yang lama.
Letak
: saluran pencernaan, seperti duodenum (usus 12 jari), jejunum (usus kosong)
dan ileum (usus penyerapan).
|
|
Otot
lurik/otot rangka
|
Berbentuk
silinder panjang yang membentuk berkas yang dinamakan fasikula. Inti sel
lebih dari satu terletak di tepi. Membentuk garis gelap terang (lurik)
|
Fungsi
: melakukan gerak sadar, bereaksi cepat terhadap stimulus tetapi tidak dapat
berlangsung lama.
Letak
: rangka seluruh tubuh.
|
|
Otot
jantung
|
Berbentuk
silinder panjang bercabang-cabang membentuk anyaman. Inti sel hanya satu
ditengah. Membentuk garis gelap terang (lurik)
|
Fungsi
: melakukan gerak tak sadar, ritmis, dan terus menerus.
Letak
: jantung.
|
Jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua macam yaitu
jaringan meristem dan jaringan dewasa (permanen). Jaringan meristem adalah
jaringan muda yang sel-selnya aktif membelah. Berdasarkan asal pembentukannya,
jaringan meristem dibedakan menjadi meristem primer dan meristem sekunder.
Meristem primer adalah jaringan yang ditemukan pada tumbuhan dewasa (ujung akar
dan ujung batang) sedangkan jaringan sekunder adalah jaringan meristem yang
berasal dari meristem primer, contohnya kambium. Berdasarkan letaknya, jaringan
meristem dibedakan menjadi meristem apikal, meristem interkalar dan meristem
lateral.
Jaringan dewasa (permanen) adalah jaringan yang sudah tidak
membelah lagi dan tidak mengalami proses diferensiasi. Jaringan ini terdiri
dari jaringan epidermis (jaringan terluar/pelindung), parenkim (jaringan
dasar), jaringan penyokong (kolenkim,sklerenkim) dan jaringan pengangkut (xilem
dan floem). Pengamatan jaringan pada tumbuhan salah satu bahan yang digunakan
adalah empelur ubi kayu (Manihot
utilissima). Jaringan yang terdapat pada empelur ubi kayu adalah jaringan
parenkim. Jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar karena terdapat disemua
organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, buah dan biji. Ciri-ciri
jaringan parenkim adalah terdiri dari sel-sel hidup yang berukuran besar,
dinding sel tipis, berbentuk segi enam, dan memiliki banyak vakuola; letak inti
sel mendekati dasar sel ; mempunyai banyak rongga sel, sehingga susunan sel
tidak rapat. Bagian-bagian yang terdapat pada jaringan empelur ubi kayu yaitu
dinding sel dan ruang antar sel. Pada jaringan parenkim belum terjadi
penebalan.
Pengamatan kedua yaitu mengamati jaringan yang terdapat pada
tempurung kelapa ( Cocos nucifera). Jaringan yang terdapat
pada tempurung kelapa adalah jaringan sklerenkim. Jaringan sklerenkim yaitu
sel-sel mati yang memiliki dinding sel yang tebal. Bentuk sel nya pipih dan
panjang dan berujung runcing, saling berdekatan, disetiap tengah-tengah sel
terdapat lingkaran kecil. Bagian-bagian yang terdapat pada jaringan tempurung
kelapa yaitu dinding primer, dinding sekunder, lumen yang berfungsi sebaagai
tempat terjadinya pertukaaran udara, dan noktah (celah) yang berfungsi sebagai
penguat jaringan. Pada jaringan sklerenkim telah terjadi penebalan. Pengamatan
ketiga yaitu pada batang cabai (Capsicum
annum). Jaringan yang terdapat pada batang cabai adalah jaringan kolenkim,
jaringan kolenkim memiliki penebalan dinding sel yang tidak merata. Penebalan
hanya pada sudut-sudut selnya saja.
IX.
Kesimpulan
:
1. Jaringan
adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama.
2. Jaringan
penyusun pada hewan terdiri dari jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot
dan jaringan saraf.
3. Jaringan
otot dibedakan menjadi otot polos, otot lurik dan otot jantung.
4. Jaringan
penyusun pada tumbuhan secara umum terbagi dua yaitu jaringan meristem dan
jaringan dewasa (permanen).
5. Jaringan
dewasa (permanen) terdiri dari jaringan epidermis (jaringan terluar), jaringan
parenkim (jaringan dasar), jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim) dan
jaringan pengangkut (xilem dan floem).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar