PERCOBAAN : I
I.
Judul
Praktikum : Pengenalan
Mikroskop
II.
Tanggal
Praktikum : 23
November 2015
III.
Tujuan
Praktikum : Untuk
mengenal bagian-bagian mikroskop
IV.
Dasar
Teori :
Mikroskop
adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat dan mengamati benda-benda kecil
yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Perkembangan mikroskop tersebut
berjalan seiring kemajuan sains. Penemuan dan penelitian awal tentang sel
menjadi maju dan berkembang berkat penciptaan mikroskop dan peningkatan mutu
alat tersebut. Mikroskop masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari
penelitian sel.[1]
Mikroskop
yang pertama kali digunakan oleh ilmuan (saintis) zaman Renaisans dan mikroskop
yang mungkin digunakan di laboratorium, merupakan mikroskop cahaya. Dalam
mikroskop cahaya (light, microscope, LM) cahaya tampak diteruskan melalui
spesimen dan kemudian melalui lensa kaca. Lensa ini menefraksi (membengkokkan)
cahaya sedemikian rupa sehingga citra spesimen diperbesar ketika diproyeksikan
ke mata, ke film atau sensor digital atau ke layar video.[2]
Kebanyakan
mikroskop yang digunakan adalah mikroskop non digital. Operasi mikroskop analog
mengharuskan pengguna untuk secara tepat dapat menyesuaikan antara pembesaran
dan fokus pengaturan untuk pengamatan yang tajam dan jelas. Mikroskop ini
digunakan dalam banyak rumah sakit, lembaga kesehatan dan lembaga pendidikan.
Untuk mengingatkan nilai dari kegunaan
mikroskop analog, mikroskop analog disarankan untuk dirubah menjadi mikroskop
digital.[3]
Mikroskop
terbagi tiga macam, yaitu mikroskop optic, mikroskop scanner electron,
mikroskop transmission electron. Cara kerja dari mikroskop optic adalah dari
cahaya lampu dibiaskan oleh lensa kondensor menuju lensa objektif kemudian
diteruskan pada mata atau kamera. Cara kerja dari mikroskop scanning elekton
sama seperti mikroskop optic.[4]
V.
Alat
dan Bahan :
a. Alat
1. Mikroskop
b. Bahan
VI.
Cara
Kerja :
1. Mengambil
dan memindahkan mikroskop
a. Peganglah
tangkai mikroskop pada tangkainya dengan tangan kanan, sedangkan tangan kiri
menopang bagian bawah kaki mikroskop
b. Letakkan
mikroskop diatas meja masing-masing, lalu ikuti petunjuk pengarah dari
pembimbing praktikum.
c. Gambarkan
mikroskop secara keseluruhan dan berikan keterangan sesuai dengan bagian yang
tertera pada kolom yang tersedia.
2. Pembesaran
lemah
a. Pasang
okuler pada bagian atas buluh teropong (tubus), di mulai dari ukuran paling
kecil.
b. Setelah
itu di pasang semua objek pada revolver kecuali ukuran 100x objektif
ditempatkan pada ukuran 10x yang kedudukannya seporos dengan okuler.
c. Turunkan
tubus dengan makrometer skrup, sambil mengamati cahaya masuk dalam mikroskop
sehingga memperoleh bidang pandang yang paling terang. Bila mikroskop ada
cermin untuk mendapatkan cahaya harus diputar cermin tersebut mengarah sumber
cahaya.
d. Letakkan
preparat di atas kaca benda ditutup dengan cover glass di atas meja benda. Bila
meja benda memiliki penjepit kaca preparat tersebut dijepit.
e. Naikkan
dan turunkan tubus digunakan makrometer skrup, sehingga diperoleh bayangan
benda. Apabila telah diperoleh bayangan maka untuk memperjelas bayangan
digunakan mikrometer skrup.
f. Hitunglah
bayangan yang diperoleh dengan mengalihkan besar okuler dan objektif.
3. Pembesaran
sedang
a. Lakukan
seperti cara yang dikerjakan pada pembesaran lemah.
b. Gantikan
objektif ukuran 10 diganti dengan pembesaran 40.
c. Agar
di peroleh bayangan yang baik gunakan mikrometer skrup, dan jang gunakan
makrometer skrup.
4. Pembesaran
sedang
a. Lakukan
seperti pada pembesaran sedang.
b. Ganti
objektif ukuran 40 dengan 100
c. Tetesi
kaca benda pada bagian yang akan diamati dengan minyak emisi.
d. Turunkan
tubus dengan hati-hati sampai menyentuh kaca benda, sehingga lensa objektif
kaca benda tertutup minyak emersi dan perhatikan dari samping.
e. Naikkan
dan turunkan tubus secara hati-hati dengan mikrometer skrup.
f. Bila
mikroskop telah selesai digunakan dengan minyak emersi, maka bagian dari
objektif dibersihkan dengan xilol ditetesi lensa paper (kertas lensa) yang
halus, lalu diolesi pada bagian yang terkena minyak emersi satu atau dua kali.
VII.
Hasil
Pengamatan :
|
Gambar
: Mikroskop
|
Keterangan
|
|
|
1.
Lensa okuler
2.
Buluh mikroskop
3.
Skrup pengunci buluh mikroskop
4.
Revolver
5.
Lensa objektif
6.
Penjepit kaca benda
7.
Meja benda
8.
Kondensor
9.
Diafragma
10. Lampu
11. Lensa mikroskop
12. Skrup
penggeser meja benda
13. Makrometer
skrup
14. Mikrometer
skrup
15. Pengatur
cahaya lampu
16. Tombol
on/off
17. Kaki
mikroskop
|
VIII.
Pembahasan :
Berdasarkan
hasil pengamatan pengenalan mikroskop, dapat diketahui cara memasang dan
mengangkat mikroskop dengan baik dan benar, yaitu mengangkat dan membawa
mikroskop harus selalu dalam proses tegak, tekanan memegang erat pada lengan
mikroskop dan tangan kiri menyangga dasar kaki mikroskop. Untuk memelihara
mikroskop dengan baik, setelah selesai pemakaian mikroskop, lensa objektif
pembesaran lemah (4x atau 10x) harus berada satu poros di bawah lenssa okuler, kemudian
kedudukan tabungnya diatur kembali, yaitu dimana ujung lensa objektif lemah
berjarak 1 cm dari atas meja benda. Semua bagian mikroskop seperti penjepit
kaca benda. Posisi lensa objektif, meja benda harus diatur seperti semula.
Mikroskop harus dibersihkan menggunakan kain lap bersih agar cairan-cairan yang
melekat dapat dibersihkan dan debu tidak banyak menempel. Lensa dan
bagian-bagiannya juga dibersihkan dengan kain halus setiap selesai menggunakan
mikroskop. Selanjutnya, memutar revolver dan lensa objektif harus sesuai untuk
mendapatkan pembesaran yang kuat mengenai kaca benda, maka kaca benda/objek
akan pecah, untuk menggunakan lensa objektif 100x, harus diteliti minyak emersi
terlebih dahulu diatas sedianya.
Untuk
mencari pembesaran total ketika meneliti sesuatu, kita harus mengetahui fungsi
dan pembesaran pada lensa objektif dan lensa okuler mempunyai sifat bayangan
maya, dan lensa ojektif memiliki sifat bayangan nyata, terbalik dan diperbesar.
Pembesaran pada lensa objektif adalah 4x, 10x, 40x, 100x. sedangkan pembesaran
lensa okuler antara 4-25x. Selanjutnya pembesaran yang digunakan pada
pengematan dilakukan dengan cara mengalikan pembesaran lensa terkecil 10x dan
lensa okuler 4x dari lensa objektif, maka pembesarannya 40x karena 10 dikalikan
dengan 4 = 40. Selain itu, kita mengamati arah pergeseran benda. Apabila benda
digeser kekanan, maka banyangan yang terlihat dilensa okuler bergeser kearah kiri,
begitu juga sebaliknya. Sedangkan jika benda kita naikkan keatas, maka bayangan
bergeser kearah bawah. Maka dari pengamatan itu membuktikan bahwa pergeseran
bayangan adalah kebalikan dari pergeseran benda, karena lensa objektif
memberikan bayangan nyata, terbalik, diperbesar.
Mikroskop
digunakan untuk melihat benda-benda kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata
telanjang. Jadi, gambar yang sangat kecil dapat kita lihat dan amati dengan
jelas dan fokus menggunakan mikroskop. Mikroskop yang umumnya digunakan dan
biasanya terdapat di laboratorium SMA dan perkuliahan. Mikroskop cahaya, yaitu
monokuler dan binokuler juga mikroskop stereo. Sedangkan mikroskop elektron
jarang ditemukan di laboratorium SMA dan perkuliahan, karana harganya sangat
mahal. Pada mikroskop binokuler dijumpai dua lensa okuler dan lensa objektif.
Sumber cahaya yang digunakan adalah cahaya lampu. Mikroskop monokuler hanya memiliki
satu lensa okuler saja. Jika mikroskop stereo hanya bisa digunakan untuk
melihat benda yang berukuran relative besar, seperti melihat jaringan. Benda
yang diamati mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya, hanya
ketajaman lensa mikroskopnya saja yang berbeda.
Bagian-bagian
mikroskop juga mempunyai fungsi tersendiri, diantaranya lensa objektif yang
berfungsi untuk membentuk bayangan nyata terbalik diperbesar lensa okuler
berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak diperbesar. Tabung mikroskop
(tubus) berfungsi untuk menghubungkan lensa objektif dengan lensa okuler.
Revolver berfungsi untuk tempat melekatnya lensa objektof. Makrometer skrup
berfungsi untuk mencari bayanga objek secara cepat. Mikrometer skrup berfungsi
untuk memperjelas bayangan. Kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya
kedalam mikroskop. Diafragma berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya
yang masuk. Meja mikroskop berfungsis sebagai tempat melekatnya objek yang akan
diamati. Penjepit kaca berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar
tidak mudah bergeser. Lengan mikroskop berfungsi sebagai pegangan pada
mikroskop. Kaki mikroskop berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
IX.
Kesimpulan :
1. Mikroskop
digunakan untuk mengamati benda-benda kecil yang tidak dapat dilihat dengan
mata telanjang.
2. Mikroskop
ditemukan oleh seorang ilmuan berkebangsaan Belanda bernama Antoni Van
Leuwenhoek.
3. Mikroskop
dibedakan atas dua jenisyaitu mikroskop cahaya dan mikroskop electron.
4. Bagian-bagian mikroskop terdiri dari lensa
okuler, lensa objektif, revolver, buluh teropong, tangkai mikroskop, meja
benda, penjepit benda, kondensor, diafragma, makrometer skrup, mikrometer
skrup, skrup penggerak kondensor, sumber cahaya/lampu, kaki mikroskop.
5. Pembesaran
mikroskop diperoleh dari hasil kali pembesaran lensa okuler dengan pembesaran lensa objektif.
[1] Campbell, dkk., Biologi, (Jakarta: Erlangga, 2010),
hal.103
[2] Campbell, dkk., Biologi, (Jakarta: Erlangga, 2010),
hal.103-104
[3] Sri Hartati, dkk., “The Digital
Microscope and It’s Mage Processing Untility”, Jurnal Telkomunikasi: (online), vol.9, no.3, (2011), hal.4
[4] SMB Respati., “Macam-macam
Mikroskop dan Cara Penggunaannya”, Jurnal
Momentum: (online), vol.4, no.2, (2008), hal.42
Tidak ada komentar:
Posting Komentar