PERCOBAAN : II
I.
Judul
Praktikum :Mengamati Struktur Sel Hewan dan Tumbuhan
II.
Tanggal
Praktikum : 16 November
2015
III.
Tujuan
Praktikum : 1. Untuk
Mengamati Struktur Sel Hewan dan Tumbuhan
2. Untuk
Mengenal Bagian dan Struktur Sel Hewan
dan Tumbuhan
3. untuk
Mengetahui Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan
IV.
Dasar
teori :
Keragaman
makhluk hidup dapat dilihat dari bentuk dan struktur pnyusun tubuh mulai dari
organisme sampai multiseluler penyusun tubuh, mulai organisme uniseluler dan
multiseluler mereka sangat beragam. Bentuk dan struktur berkaitan erat dengan
fungsi maupun identitas organisme uniseluler yang umumnya berbentuk bulat, maka
hal ini akan memberikan kemudahan dalam mobilitas.1
Berdasarkan
teori sel yang dikemukan oleh Schwan dan Schleiden pada tahun 1838. Sel
merupakan kesatuan struktural dan fungsi organisme hidup. Maka berarti bahwa
sel itu mempunyai kesamaan dalam hal pada susunan metabolisme dan makromolekul
perbedaan pokok antara sel tumbuhan dan sel hewan adalah bahwa sel tumbuhan
mempunyai dinding sel yang nyata, sedangkan pada hewan disebut dinding sel
adalah membran plasma. Selain perbedaan tersebut pada sel tumbuhan di jumpai
adanya plastisida dan vakuola. Sedangkan pada sel hewan tidak.2
Tubuh
tumbuhan terdiri dari satuan yang dapat dikenal secara Morfologi yakni sel.
Yang masing-masing diselubungi oleh dinding sel tersendiri dan melekat pada sel
lain dengan adanya zat pelekat antara sel dalam kumpulan sel seperti itu dapat
dikenali pengelompokan sel yang berbeda dari segi struktur atau fungsi atau
dari keduanya.3
Sel ada
yang bermacam-macam ada sel epidermis, sel pada usus dan lainnya dan ada juga
sel dipangkreas yaitu pada bagian endokrin yang terdiri dari beberapa sel
endokrin yang membentuk kumpulan tersendiri disebutdengan Pulau langerhans.
Pulau langerhans membentuk dan mempunyai bervariasi.4
1Sumarjan,Asisten
Biologi Mataram,(Mataram:UM,2007)
2Neil A
Campbel,dkk,Biologi Edisi ke 3 Jilid1,(New YorkAddision:Wesley,2000)
3Hidayat,Anatomi
Tumbuhan,(Bandung:ITB,2005)
4Novelina,dkk,Studi
Histologi Sel Endokrin Ekstra Insular Pangkreas Kambing dan Domba lokal,Jurnal
Vorteriner,Vol.6,No.1,2005
V.
Alat dan
Bahan :
a.Alat :1.Mikroskop
2.Pipet tetes
3.Pinset
4.Korek api
5.Tusuk gigi
6.Kaca penutup
` 7.Kapas
b.Bahan :1.Alkohol 70%
2.Bawang merah(Allium cepa)
3.Daun Hidrilla
vercilata
4.Daun Adam hawa(Rhoe discolor)
5.Methylen blue
6.Aquades
7.Larutan JKJ
VI.
Cara
Kerja :
1.
Sel
Epitel Mulut
a. Dibersihkan tangkai korek api/tusuk gigi
dengan alkohol 70% lalu
koreklah bagian
dalam pipi masing-masing.
b.
Dioleskan pada kaca benda, lalu teteskan
sedikit methylen blue atau aquades lalu tutup dengan kaca penutup.
c. Diamati dibawah mikroskop dengan pembesaran
lemah sampai
pembesaran kuat, setiap pengamatan
gambarkan 2 atau 4 sel dan berikan
keterangan setiap bagian tersebut.
2.
Sel Bawang Merah
a. Digunakan
pinset untuk mengambil selaput bagian dalam Bawang merah
b. Diletakan selaput tipis diatas
kaca benda dan tetesi aquades atau larutan
JKJ dan ditutup
dengan kaca penutup.
c.
Diamati dibawah mikroskop dan digambarkan dua atau tiga sel serta
berikan keterangan dari bagian
sel.
d. Untuk dibandingkan dengan tumbuhan air maka
diambil satu atau dua
lembar daun Hydrilla vercillata, letakan
diatas kaca benda dan tetesi
dengan aquades kemudian ditutup dengan
kaca penutup.
e.
Diamati dibawah mikroskop aliran sitoplasma pada setiap sel.
f. Digambarkan dua atau tiga sel dan berikan
keterangan.
VII.
Hasil
Pengamatan :
|
Gambar :
pembesaran :
|
Keterangan
|
|
|
|
|
Gambar :
Pembesaran :
|
Keterangan
|
|
|
|
VIII. Pembahasan :
Berdasarkan
hasil pengamatan dapat diketahui bahwa pada sel tumbuhan kami meneliti dengan
mengambil selaput bagian dalam Bawang merah (Allium cepa) yang berwarna putih dan tipis. Kami mengambil selaput
yang tipis agar sel nampak atau terlihat. Kemudian kami menaruhnya pada kaca
preparat kemudian kami meneteskan aquades. Aquades yang diteteskan bertujuan
agar sel tetap hidup. Kemudian kami melihat menggunakan mikroskop dengan
pembesaran 10x10.
Mikroskop
adalah alat yang menampakan pembesaran objek berupa mikroorganisme, setelah itu
kami dapat melihat jaringan sel tumbuhan yang saling berkaitan. Jaringan sel
adalah kumpulan sel-sel tumbuhan berbentuk persegi enam. Sel tumbuhan memiliki
bentuk yang sama karena memiliki dinding se. Dinding sel berfungsi sebagai
pembentuk sel. Kemudian bagian-bagian sel tumbuhan yang terlihat yaitu nukleus,
sitoplasma dan dinding sel.
Kedua
kami meniliti sel hewan dengan mengambil sel mukos pipih yang berada didalam
rongga mulut. Setelah itu kami melakukan hal yang sama dengan meniliti sel
tumbuhan yaitu menaruhnya pada kaca preparat dan meneteskan methylen blue agar
sel terlihat dengan jelas. Setelah itu kami meneliti dengan menggunakan
mikroskop pada pembesran 10x10. Kami melihat bentuk sel tidak beraturan. Sel
hewan tidak beraturan karena sel hewan tidak mempunyai dinding sel. Bagian-bagian
sel yang terlihat yaitu nukleus, sitoplasma, dan membran plasma.
IX.
Kesimpulan :
1.Masing-masing
sel mempunyai organel yang berbeda namun ada juga bersamanya.
2.pada sel
epitel mulut terdapat inti sel. Sitoplasma dan membran sel.
3.pada bawang
merah(Allium cepa) terdapat inti sel, dinding sel dan sitoplasma.
4.pada sel hewan
bentuk sel tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel sehingga membran sel
dapat bergerak dengan bebas.
5.pada sel
tumbuhan memiliki bentuk yang tetap karena memiliki dinding sel sehingga
gerakan membran sel terbatas.
X.
Daftar
Pustaka :
Campbel, Neil, A
;dkk Biologi Edisi ke 3 Jilid 1, New
York:Addison Wesley,2000
Hidyat, Anatomi tumbuhan, Bandung:ITB, 2005
Novelina,dkk.,
Studi Histologi sel endokrin ekstra insular pangkreas kambing dan domba lokal, jurnal verteriner, vol.6, No.1, 2005
Sumarjan, Asisten Biologi Umum Mataram,
Mataram:UM,2007
PERCOBAAN : IX
I.
Judul Praktikum : Klasifikasi
Hewan dan Tumbuhan
II.
Tanggal Praktikum :
28 Desember 2015
III.
Tujuan Praktikum :
1. Untuk mengetahui cara mengklasifikasikan hewan
kedalam
kelompok tertentu
2.
Untuk mengenal tumbuhan dilapangan dan menjelaskan
beberapa karakter yang khas dari
kelompoknya.
IV.
DasarTeori :
Klasifikasi
tumbuhan dikelompokan menjadi Spematophyta (tumbuhan berbiji) Pteuridiphyta
(tumbuhan paku) Schyzaphyta (tumbuhan belah) dan bryophita (tumbuhan lumut).
Alat kelamin pada tumbuhan lumut terdiri dari anteridium (jantan) dan
arkegonium (betina). Pada semua tumbuhan yang tergolong Bryophita terdapat
persamaan bentuk dan susunan antara anteridium dan arkegunium. Bentuk dan
susunan antara anteridium dan arkegonium. Bentuk dan susunan ini juga terdapat
pada tumbuhan Pteriodophita.1
Klasifikasi
hewan umumnya disusun secara kasar sesuai tahapan evolusi hewan-hewan sederhana
didahulukan lalu disusul hewan-hewan yang lebih lengkap kompleksan itu mencakup
karakteristik utama. Filum dunia pada hewan itu tidak membentuk urutan-urutan
sistematika, oleh karena itu nama untuk urutan-urutan sistematika tidak
terikat. Jadi, anggota-anggota filum-filum hewan mungkin bernenek moyang sama
tetapi berbeda Filosinetisnya atau jalan.2
Alam
semesta mempunyai banyak sekali jenis-jenis hewan. Sehingga sangat sulit untuk
mengenalinya. Oleh karena itu mengklasifikasikan hewan dianggap sebagai hal
yang sangat penting. Pengklasifikasikan hewan bersifat dinamis karena adanya
perkembangan pengetahuan tentang hewan dan penggunaan karakter yang berbeda
dalam klasifikasi. Klasifikasi hewan dilakukan dengan berdasarkan persamaan
bentuk dan fungsi pada hewan.3
Tumbuhan
organisme autotrofik multiseluler yang telah menginvasi lingkungan terestrial
dengan sukses. Tahapan-tahapan transisi dari air kedarat evopora
mengkonsentrasikan mineral sehingga menghasilkan deposit yang kaya. Deposit
aluvial atau orang yang tertawa oleh air sungai juga menyediakan matriks yang
kaya bagi pengembangan bentuk-bentuk tumbuhan baru hewan adalah
organisme-organisme eukariotik multiseluler yang dicirikan oleh po IG
Numnasionalnya hewan menelan (insesti) organisme hidup lainnya.4
1Gembong
Gitrasoepomo, Taksonomi tumbuhan
(yogyakarta : Gadjah madha University press, 2012) hal. 179
2Campbell
dkk, Biologi Jilid 2 (Jakarta :
Erlangga, 2012)
3Mukayat
Dj ravubipo, Zoologi Dasar, (Jakarta : Erlangga, 2000)
4George
H, Fried.,dkk, Biologi, (Jakarta :
Erlangga, 2005)
V.
Alat
dan Bahan :
a.
Alat :1.Mikroskop
2.Lup
3.Petridis
4.Alat bedah
5.Penjepit
b.
Bahan :1.Formalin
2.Alkohol
3.Aquades
VI.
Cra
Kerja :
1.
Klasifikasi Hewan :
a.
Dikumpulkan berbagai hewan yang ada disekitar dan masukan kedalam
formalin 10 selama 15 menit.
b.
Dikeluarkan dan dicuci bersih dengan aquades, hingga formalin hilang.
c.
Diperhatikan ciri-ciri hewan tersebut.
d.
Dilakukan pengelompokan kedalam kelompok kecil pada tingkat kelas.
e. Dihitung jumlah anggota masing-masing dan
sebutkan ciri-ciri hewan yang
dikelompokan sesuai kelompoknya.
2.
Klasifikasi
Tumbuhan :
a.Dikumpulkan
jenis hewan dan jenis bunga
b.Diperhatikan
masing-masing tumbuhan tersebut hingga dapat dikelompokan.
c.Dikelompokan
kedalam Spematophyta, Pteuridiphyta, Bryophyta.
VII.
Hasil
Pengamatan :
VIII. Pembahasan :
Berdasarkan hasil pengamatan dapat
diketahui bahwa pengelompokan makhluk hidup (klasifikasi) dilakukan untuk
memudahkan dalam menggolongkan atau mengenal dari segi jenis tumbuhan maupun hewan
tersebut, urutan klasifikasi makhluk hidup dari tertinggi ke rendah adalah
kingdom, filum(hewan), divisi(tumbuhan), kelas, ordo, family, genus dan
spesies. Klasifikasi pada hewan dan tumbuhan didasarkan pada persamaan ciri
yang umum hingga yang khusus seperti tingkatan diatas. Suatu pengelompokan
tumbuhan dan hewan menjadi golongan tertentu harus didasarkan pada persamaan
ciri-ciri yang dimiliki sehingga dapat membedakan antara satu dengan yang lain.
Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi dinamakan dengan taksonomi.
Penulisan
nama ilmiah baik untuk hewan maupun tumbuhan secara umum adalah pertama, huruf
pertama pada nama genus (marga) selalu dimulai dengan huruf besar, kedua untuk
nama spesies (jenis) menggunakan huruf kecil. Ketiga, membedakan antara nama
ilmiah dengan penulis lain dibawah nama genus dan pertunjukan spesies. Nama
ilmiah juga dapat ditulis dengan huruf tebal atau miring apabila diketik.
Perbedaan antara klasifikasi hewan dan tumbuhan terdapat pada filum dan divisi.
Filum untuk hewan dan divisi untuk tumbuhan. Perbedaan umum lainnya adalah
makhluk hidup yang termasuk dunia tumbuhan yang terdiri dari banyak sel.
Tumbuhan
putri malu yang mempunyai nama ilmiah (Mimasa pudika) adalah jenis tumbuhan
perdu, ciri utama tumbuhan ini adalah daunnya berbentuk bongkol, apabila
daunnya disentuh, ditiup atau dipanaskan akan segera menutup. Tujuannya adalah
untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan yang ingin memakan puti malu
tersebut. Warna daun bagian bawah berwarna lebih pucat karena dengan menunjukan
warna yang pucat pada hewan yang ingin memakannya akan berpikir bahwa tumbuhan
tersebut telah layu atau mati.
IX.
Kesimpulan :
1.
Klasifikasi
bertujuan untuk pengelompokan hewan atau tumbuhan, dari tingkat tinggi
ketingkat yang rendah agar mudah dipahami.
2.
Klasifikasi
tumbuhan mencangkup Kingdom, Divisi, Kelas, Ordo, Famili, Genus dan Spesies
3.
Perbedaan
klasifikasi tumbuhan dan hewan terdapat pada filum dan divisi.
4.
Ilmu
yang mempelajari klasifikasi adalah Taksonomi.
5.
Filum
untuk hewan sedangkan divisi untuk tumbuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar