musik tanyo

Jumat, 20 Mei 2016

Percobaan 2 mengamati struktur sel hewan

PERCOBAAN : II

I.              Judul Praktikum              :Mengamati Struktur Sel Hewan dan Tumbuhan
II.           Tanggal Praktikum          : 16 November 2015
III.        Tujuan Praktikum           : 1. Untuk Mengamati Struktur Sel Hewan dan                                                     Tumbuhan
2. Untuk Mengenal Bagian dan Struktur Sel Hewan          dan Tumbuhan
3. untuk Mengetahui Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan
IV.        Dasar teori                         :
Keragaman makhluk hidup dapat dilihat dari bentuk dan struktur pnyusun tubuh mulai dari organisme sampai multiseluler penyusun tubuh, mulai organisme uniseluler dan multiseluler mereka sangat beragam. Bentuk dan struktur berkaitan erat dengan fungsi maupun identitas organisme uniseluler yang umumnya berbentuk bulat, maka hal ini akan memberikan kemudahan dalam mobilitas.1
Berdasarkan teori sel yang dikemukan oleh Schwan dan Schleiden pada tahun 1838. Sel merupakan kesatuan struktural dan fungsi organisme hidup. Maka berarti bahwa sel itu mempunyai kesamaan dalam hal pada susunan metabolisme dan makromolekul perbedaan pokok antara sel tumbuhan dan sel hewan adalah bahwa sel tumbuhan mempunyai dinding sel yang nyata, sedangkan pada hewan disebut dinding sel adalah membran plasma. Selain perbedaan tersebut pada sel tumbuhan di jumpai adanya plastisida dan vakuola. Sedangkan pada sel hewan tidak.2
Tubuh tumbuhan terdiri dari satuan yang dapat dikenal secara Morfologi yakni sel. Yang masing-masing diselubungi oleh dinding sel tersendiri dan melekat pada sel lain dengan adanya zat pelekat antara sel dalam kumpulan sel seperti itu dapat dikenali pengelompokan sel yang berbeda dari segi struktur atau fungsi atau dari keduanya.3
Sel ada yang bermacam-macam ada sel epidermis, sel pada usus dan lainnya dan ada juga sel dipangkreas yaitu pada bagian endokrin yang terdiri dari beberapa sel endokrin yang membentuk kumpulan tersendiri disebutdengan Pulau langerhans. Pulau langerhans membentuk dan mempunyai bervariasi.4

1Sumarjan,Asisten Biologi Mataram,(Mataram:UM,2007)
2Neil A Campbel,dkk,Biologi Edisi ke 3 Jilid1,(New YorkAddision:Wesley,2000)
3Hidayat,Anatomi Tumbuhan,(Bandung:ITB,2005)
4Novelina,dkk,Studi Histologi Sel Endokrin Ekstra Insular Pangkreas Kambing dan Domba lokal,Jurnal Vorteriner,Vol.6,No.1,2005













V.                Alat dan Bahan               :
a.Alat                     :1.Mikroskop
2.Pipet tetes
  3.Pinset
  4.Korek api
  5.Tusuk gigi
  6.Kaca penutup
`                7.Kapas

b.Bahan                 :1.Alkohol 70%
                                 2.Bawang merah(Allium cepa)
                                 3.Daun Hidrilla vercilata
                                 4.Daun Adam hawa(Rhoe discolor)
                                 5.Methylen blue
                                 6.Aquades
                                 7.Larutan JKJ
VI.        Cara Kerja                        :
1.         Sel Epitel Mulut
a.    Dibersihkan tangkai korek api/tusuk gigi dengan alkohol 70% lalu 
koreklah bagian dalam pipi masing-masing.
b.      Dioleskan pada kaca benda, lalu teteskan sedikit methylen blue atau aquades lalu tutup dengan kaca penutup.
c.   Diamati dibawah mikroskop dengan pembesaran lemah sampai
      pembesaran kuat, setiap pengamatan gambarkan 2 atau 4 sel dan berikan  
      keterangan setiap bagian tersebut.

2.     Sel Bawang Merah   
            a. Digunakan pinset untuk mengambil selaput bagian dalam Bawang merah
            b. Diletakan selaput tipis diatas kaca benda dan tetesi aquades atau larutan
JKJ dan ditutup dengan kaca penutup.
        c.   Diamati dibawah mikroskop dan digambarkan dua atau tiga sel serta
              berikan keterangan dari bagian sel.
d.   Untuk dibandingkan dengan tumbuhan air maka diambil satu atau dua 
       lembar daun Hydrilla vercillata,  letakan diatas kaca benda dan tetesi  
      dengan aquades kemudian ditutup dengan kaca penutup.
        e.    Diamati dibawah mikroskop aliran sitoplasma pada setiap sel.
                        f.    Digambarkan dua atau tiga sel dan berikan keterangan.













VII.          Hasil Pengamatan                       :

Gambar          :
pembesaran   :
Keterangan


Gambar          :
Pembesaran   :
Keterangan



VIII.  Pembahasan                      :
Berdasarkan hasil pengamatan dapat diketahui bahwa pada sel tumbuhan kami meneliti dengan mengambil selaput bagian dalam Bawang merah (Allium cepa) yang berwarna putih dan tipis. Kami mengambil selaput yang tipis agar sel nampak atau terlihat. Kemudian kami menaruhnya pada kaca preparat kemudian kami meneteskan aquades. Aquades yang diteteskan bertujuan agar sel tetap hidup. Kemudian kami melihat menggunakan mikroskop dengan pembesaran 10x10.
Mikroskop adalah alat yang menampakan pembesaran objek berupa mikroorganisme, setelah itu kami dapat melihat jaringan sel tumbuhan yang saling berkaitan. Jaringan sel adalah kumpulan sel-sel tumbuhan berbentuk persegi enam. Sel tumbuhan memiliki bentuk yang sama karena memiliki dinding se. Dinding sel berfungsi sebagai pembentuk sel. Kemudian bagian-bagian sel tumbuhan yang terlihat yaitu nukleus, sitoplasma dan dinding sel.
Kedua kami meniliti sel hewan dengan mengambil sel mukos pipih yang berada didalam rongga mulut. Setelah itu kami melakukan hal yang sama dengan meniliti sel tumbuhan yaitu menaruhnya pada kaca preparat dan meneteskan methylen blue agar sel terlihat dengan jelas. Setelah itu kami meneliti dengan menggunakan mikroskop pada pembesran 10x10. Kami melihat bentuk sel tidak beraturan. Sel hewan tidak beraturan karena sel hewan tidak mempunyai dinding sel. Bagian-bagian sel yang terlihat yaitu nukleus, sitoplasma, dan membran plasma.

IX.        Kesimpulan                       :

1.Masing-masing sel mempunyai organel yang berbeda namun ada juga bersamanya.
2.pada sel epitel mulut terdapat inti sel. Sitoplasma dan membran sel.
3.pada bawang merah(Allium cepa) terdapat inti sel, dinding sel dan sitoplasma.
4.pada sel hewan bentuk sel tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel sehingga membran sel dapat bergerak dengan bebas.
5.pada sel tumbuhan memiliki bentuk yang tetap karena memiliki dinding sel sehingga gerakan membran sel terbatas.

X.           Daftar Pustaka     :

Campbel, Neil, A ;dkk Biologi Edisi ke 3 Jilid 1, New York:Addison Wesley,2000
Hidyat, Anatomi tumbuhan, Bandung:ITB, 2005
Novelina,dkk., Studi Histologi sel endokrin ekstra insular pangkreas kambing dan domba lokal, jurnal verteriner, vol.6, No.1, 2005
Sumarjan, Asisten Biologi Umum Mataram, Mataram:UM,2007










PERCOBAAN  : IX
I.                   Judul Praktikum              : Klasifikasi Hewan dan Tumbuhan
II.                Tanggal Praktikum          : 28 Desember 2015
III.             Tujuan Praktikum           : 1. Untuk mengetahui cara mengklasifikasikan hewan
                                           kedalam kelompok tertentu
                                              2. Untuk mengenal tumbuhan dilapangan dan menjelaskan
                                                  beberapa karakter yang khas dari kelompoknya.
IV.             DasarTeori                        :
            Klasifikasi tumbuhan dikelompokan menjadi Spematophyta (tumbuhan berbiji) Pteuridiphyta (tumbuhan paku) Schyzaphyta (tumbuhan belah) dan bryophita (tumbuhan lumut). Alat kelamin pada tumbuhan lumut terdiri dari anteridium (jantan) dan arkegonium (betina). Pada semua tumbuhan yang tergolong Bryophita terdapat persamaan bentuk dan susunan antara anteridium dan arkegunium. Bentuk dan susunan antara anteridium dan arkegonium. Bentuk dan susunan ini juga terdapat pada tumbuhan Pteriodophita.1
            Klasifikasi hewan umumnya disusun secara kasar sesuai tahapan evolusi hewan-hewan sederhana didahulukan lalu disusul hewan-hewan yang lebih lengkap kompleksan itu mencakup karakteristik utama. Filum dunia pada hewan itu tidak membentuk urutan-urutan sistematika, oleh karena itu nama untuk urutan-urutan sistematika tidak terikat. Jadi, anggota-anggota filum-filum hewan mungkin bernenek moyang sama tetapi berbeda Filosinetisnya atau jalan.2
            Alam semesta mempunyai banyak sekali jenis-jenis hewan. Sehingga sangat sulit untuk mengenalinya. Oleh karena itu mengklasifikasikan hewan dianggap sebagai hal yang sangat penting. Pengklasifikasikan hewan bersifat dinamis karena adanya perkembangan pengetahuan tentang hewan dan penggunaan karakter yang berbeda dalam klasifikasi. Klasifikasi hewan dilakukan dengan berdasarkan persamaan bentuk dan fungsi pada hewan.3
            Tumbuhan organisme autotrofik multiseluler yang telah menginvasi lingkungan terestrial dengan sukses. Tahapan-tahapan transisi dari air kedarat evopora mengkonsentrasikan mineral sehingga menghasilkan deposit yang kaya. Deposit aluvial atau orang yang tertawa oleh air sungai juga menyediakan matriks yang kaya bagi pengembangan bentuk-bentuk tumbuhan baru hewan adalah organisme-organisme eukariotik multiseluler yang dicirikan oleh po IG Numnasionalnya hewan menelan (insesti) organisme hidup lainnya.4
           
            1Gembong Gitrasoepomo, Taksonomi tumbuhan (yogyakarta : Gadjah madha University press, 2012) hal. 179
            2Campbell dkk, Biologi Jilid 2 (Jakarta : Erlangga, 2012)
            3Mukayat Dj ravubipo, Zoologi Dasar, (Jakarta : Erlangga, 2000)
            4George H, Fried.,dkk, Biologi, (Jakarta : Erlangga, 2005)









V.                Alat dan Bahan                :
a.       Alat                              :1.Mikroskop
                                      2.Lup
                                      3.Petridis
                                      4.Alat bedah
                                      5.Penjepit
b.  Bahan                            :1.Formalin
                                            2.Alkohol
                                            3.Aquades


VI.             Cra Kerja                         :
1.      Klasifikasi Hewan :
a.  Dikumpulkan berbagai hewan yang ada disekitar dan masukan kedalam
     formalin 10 selama 15 menit.
b.  Dikeluarkan dan dicuci bersih dengan aquades, hingga formalin hilang.
c.   Diperhatikan ciri-ciri hewan tersebut.
d.   Dilakukan pengelompokan kedalam kelompok kecil pada tingkat kelas.
e.    Dihitung jumlah anggota masing-masing dan sebutkan ciri-ciri hewan yang           
       dikelompokan sesuai kelompoknya.
2.      Klasifikasi Tumbuhan :
a.Dikumpulkan jenis hewan dan jenis bunga
b.Diperhatikan masing-masing tumbuhan tersebut hingga dapat dikelompokan.
c.Dikelompokan kedalam Spematophyta, Pteuridiphyta, Bryophyta.






















VII.          Hasil Pengamatan            :











































VIII.       Pembahasan                     :
          Berdasarkan hasil pengamatan dapat diketahui bahwa pengelompokan makhluk hidup (klasifikasi) dilakukan untuk memudahkan dalam menggolongkan atau mengenal dari segi jenis tumbuhan maupun hewan tersebut, urutan klasifikasi makhluk hidup dari tertinggi ke rendah adalah kingdom, filum(hewan), divisi(tumbuhan), kelas, ordo, family, genus dan spesies. Klasifikasi pada hewan dan tumbuhan didasarkan pada persamaan ciri yang umum hingga yang khusus seperti tingkatan diatas. Suatu pengelompokan tumbuhan dan hewan menjadi golongan tertentu harus didasarkan pada persamaan ciri-ciri yang dimiliki sehingga dapat membedakan antara satu dengan yang lain. Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi dinamakan dengan taksonomi.
          Penulisan nama ilmiah baik untuk hewan maupun tumbuhan secara umum adalah pertama, huruf pertama pada nama genus (marga) selalu dimulai dengan huruf besar, kedua untuk nama spesies (jenis) menggunakan huruf kecil. Ketiga, membedakan antara nama ilmiah dengan penulis lain dibawah nama genus dan pertunjukan spesies. Nama ilmiah juga dapat ditulis dengan huruf tebal atau miring apabila diketik. Perbedaan antara klasifikasi hewan dan tumbuhan terdapat pada filum dan divisi. Filum untuk hewan dan divisi untuk tumbuhan. Perbedaan umum lainnya adalah makhluk hidup yang termasuk dunia tumbuhan yang terdiri dari banyak sel.
          Tumbuhan putri malu yang mempunyai nama ilmiah (Mimasa pudika) adalah jenis tumbuhan perdu, ciri utama tumbuhan ini adalah daunnya berbentuk bongkol, apabila daunnya disentuh, ditiup atau dipanaskan akan segera menutup. Tujuannya adalah untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan yang ingin memakan puti malu tersebut. Warna daun bagian bawah berwarna lebih pucat karena dengan menunjukan warna yang pucat pada hewan yang ingin memakannya akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu atau mati.


















IX.             Kesimpulan                       :
1.      Klasifikasi bertujuan untuk pengelompokan hewan atau tumbuhan, dari tingkat tinggi ketingkat yang rendah agar mudah dipahami.
2.      Klasifikasi tumbuhan mencangkup Kingdom, Divisi, Kelas, Ordo, Famili, Genus dan Spesies
3.      Perbedaan klasifikasi tumbuhan dan hewan terdapat pada filum dan divisi.
4.      Ilmu yang mempelajari klasifikasi adalah Taksonomi.
5.      Filum untuk hewan sedangkan divisi untuk tumbuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

laporan akhir fisika dasar

Beberapa ebook

Di bawah ini adalah beberapa ebook yang saya dapatkan dari dosen ,teman dan situs web lainnya, kemudian saya post ulang untuk iseng2 s...