I.
Judul
Praktikum : Sistem Organ Pada Hewan
II.
Tanggal
Praktikum : 14 Desember 2015
III.
Tujuan
Praktikum :
Untuk mengamati sistem organ pada hewan
IV.
Dasar
teori :
Sistem
organ merupakan kumpulan beberapa organ yang saling bekerja sama untuk
melaksanakan fungsi-fungsi tertentu pada tubuh makhluk hidup. Sistem organ pada
hewan terdiri atas sistem pernapasan. Sistem transportasi, sistem pengeluaran
zan sisa (ekskresi), sistem pencernaan, sistem koordinasi, sistem gerak dan
sistem reprokduksi.[1]
Sistem
pernapasan berfungsi untuk memperoleh oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida
(CO2) melalui proses pertukaran gas. Organ-organ pernapasan meliputi
: hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus dan paru-paru. Sistem
transportasi berfungsi untuk mangangkut zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh
dan mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh, organ peredaran darah
adalah jantung dan pembuluh darah. Sistem pengeluaran zat sisa (ekresi)
berfungsi untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yang bila tidak dikeluarkan
dari tubuh dapat bersifat sebagai racun. Sistem pencernaan berfungsi mengubah
makanan dari bentuk kasar menjadi zat makanan yang dapat diserap oleh usus,
sistem pencernaan meliputi : organ mulut, kerongkongan, lambung, usus halus,
usus besar, dan anus. Sistem koordinasi berfungsi mengatur dan
mengkoordinasikan segala aktivitas tubu, sisitem koordinasi terbagi 2 yaitu,
sistem saraf dan sistem hormon. Sistem gerak, otot merupakan alat gerak aktif.
Sistem reproduksi berfungsi untuk perkembangbiakan. Pada wanita terdiri atas :
organ ovarium yang menghasilkan ovum (telur), sedangkan pada laki-laki berupa
testi sebagai penghasil sperma.[2]
Sistem
pernapasan pada katak, pernapasan dengan insang luar (berudu) yaitu: paru-paru,
kulit, dang insang. Pernapasan pada serangga (luseeta) yaitu bernapas dengan menggunakan tabung udara (trakea)
malalui lubang-lubang kecil pada eksoketelon (stigman). Pernapasan pada ikan,
bernapas dengan insang yang terdapat disisi kanan dan kiri kepala, insang ikan
tersusun atas bagian-bagian berikut : tutup
insang, membran brankutega, lengkung insang, lembaran, dan saringan insang.[4]
V.
Alat
dan Bahan :
a. Alat :
1.
Nampan bedah
2.
Alat Bedah
3.
Jarum Pentul
b. Bahan :
1.
Kapas
2.
Merpati
(Columbia livia)
3.
Katak hijau (Rana esculenta)
VI.
Cara
Kerja :
1. Digambarkan bentuk luar dari
hewan diatas.
2. Dibius
hewan yang akan diamati bentuk tubuhnya dengan chloroform
3. Diletakkan
hewan ini secara terlentang diatas nampan bedah, lalu dipakukan dengan jarum
pentul.
4. Dibasahi
bulu merpati pada bagian perut, lalu dibuka kulit mulai dari bagian sternum ke
arah cranial sampai arah caudal.
5. Dibuka
dinding perut mulai dari tengah dan dipotong kelateral antriol dan posterior.
6. Diperhatikan
sistem organ :
a. Pencernaan
(sistema Digestoria )
b. Perkembangbiakan
( sistema Reproduksi )
c. Pernapasan
(sistema Respiratoria )
d. Rangka
( sistema skleton)
e. Kulit
(Integumen)
f. Urinaria
g. Saraf
( sistema nervosum)
VII.
Hasil
Pengamatan :
Gambar : Merpati (Columba livia)
|
Keterangan
:
|
1. Mata
2. Paruh
3. Leher
4. Bulu
5. Kaki
6. Cakar
|
|
Gambar : Sistem
pencernaan (sistema digestoria) pada merpati
|
Keterangan
:
|
1. Paruh
2. Rongga
mulut (kavum oris)
3. Kerongkongan
(esofagus)
4. Tembolok
5. Lambung
kelenjar
6. Lambung
pengunyah
7. Usus
besar (kolon)
8. Usus
halus (intestinum
9. Kloaka
|
|
Gambar : Sistem
respirasi (sistema respiratoria) pada merpati
|
Keterangan
:
|
1.
Rongga hidung
2.
Faring (tenggorokan)
3.
Trakea
4.
Bronkus
5.
Kantung udara depan
6.
Paru-paru
|
|
Gambar : Sistem
sirkulasi/peredaran darah pada merpati
|
Keterangan
:
|
1.
Serambi kiri
2.
Aorta
3.
Arteri paru-paru
4.
Bilik kiri
5.
Bilik kanan
6.
Serambi kanan
|
|
Gambar : Sistem
urinaria pada merpati
|
Keterangan
:
|
1. Ginjal
(ren)
2. Ureter
3. Kloaka
|
VIII.
Pembahasan :
Berdasarkan
hasil pengamatan diketahui bahwa pada burung merpati (Culumbia livia) memiliki alat pernapasan berupa paru-paru dan
kantong udara berdinding tipis yang berhubungan dengan paru-paru, kantong udara
itu juga digunakan oleh burung untuk mengambil oksigen sebanyak mungkin. Pada
burung tempat berdifusinya gas, pernapasan hanya terjadi diparu-paru. Paru-paru
burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh
tulang rusuk. Kantong udara berfungsi sebagai penyimpanan cadangan oksigen dan
meringankan tubuh.
Alat
pencernaan pada burung merpati (Columbia
livia) terdiri dari : mulut, kerongkongan, tembelok, lambung, usus, dan
kloaka. Dalam mulut burung tidak terdapat gigi. Tembolok merupakan dari
kerongkongan bagian bawah, pada bagian dalam lambung pengunyah terdapat
otot-otot yang kuat. Dalam usus halus makanan dicerna secara kimiawi dengan
bantuan getah dari prankeas dan getah dari empedu. Dianatara usus halus dan
usus besar terdapat usus buntu, usus buntu burung ada 2, dan berukuran besar.
Usus buntu berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan. Kloaka merupakan
tempat bermuara tiga saluran, yaitu : saluran dari ginjal, saluran kelenjar
kelamin, dan saluran makanan.
Sistem
peredaran darah pada burung merpati (Culumbia
livia) tertupup dan ganda. Alat peredaran darah pada burung merpati terdiri
atas : jantung serta pembuluh darah. Jantung terdiri dari empedu ruang yaitu :
serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri, dan bilik kanan. Dalam tiap ruang
jantung dibatasi serikat yang jelas sehingga darah yang mengandung oksigen yang
berasal dari nparu-paru tidak tercampur dengan darah yang mengandung karbon
dioksida yang berasal dari seluruh tubuh burung.
IX.
Kesimpulan :
1. Sistem
organ merupakan bentuk kerja sama antara organ untuk melakukan fungsi-fungsi
yang lebih komplek.
2. Burung
merpati (Columbia livia) memiliki dua
alat pernapasan yaitu : paru-paru dan kantong udara.
3. Alat
pernapasan pada burung merpati (Columbia
livia) yaitu : mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, dan kloaka.
4. Jantung
burung terdiri dari empat ruang yaitu : serambi kanan, serambi kiri, bilik
kanan, dan bilik kiri.
5. Burung
memiliki peredaran darah ganda dan peredaran darah tertutup.
[1]Campbell,
dkk., Biologi edisi ke-V jilid 3,
(Jakarta : Erlangga, 2004), h. 77.
[3] Moesa., Ilmu Biologi, (Banda aceh : Syiah kuala University press,
2002), h. 55.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar