musik tanyo

Sabtu, 19 November 2016

Beberapa ebook


Di bawah ini adalah beberapa ebook yang saya dapatkan dari dosen ,teman dan situs web lainnya, kemudian saya post ulang untuk iseng2 saja, namun siapa tau nanti berguna buat kamu, iya... kamu......    hahahahah..gak percaya buktinya kamu sekarang lagi cari-cari ebook tu kan, makanya kalo masih ada yang tidak ada ebook yang kalian cari boleh kalian kasih saran buat mimin supaya bisa cariin cuma khusus buat kamu...iya kamu lagi wkwkwkwk...
mungkin ebooknya yang di cantngkan masih belum banyak tapi cukuplah mimin rasa kalo cuma buat iseng-iseng aja,lagian kayanya blog ini ngak bakalan di kenal jauh. mungkin bahkan kawan mimin sendiri kagak mau ngelihatnya. okelah ga usah panjang-panjang ngindal-ngindulnya lansung aja link ebooknya di bawah ini...

  1. Kimia anorganik
  2. Fisika Dasar
  3. Pengantar Kimia
Nah itu dia bebrapa ebook koleksi dari mimin, ada juga ebook dalam bahasa inggris tp ukurannya yang cukup besar dan mimin rasa juga susah kalian baca (padahal wifinya sedang lemot susah upload) wkwkwkw okelh guys kapan-kapan kita tambahkan lagi ebooknya dan jangan lupa komen di bawah ya

Makalah Filsafat Umum

MAKALAH CABANG CABANG FILSAFAT

DI SUSUN
OLEH :

KELOMPOK 3
Dian PutriYeni (150208006)
Habibah (150208014)
Ghinawati (150208019)

DOSEN PEMBIMBING :FauzaAndriyadi,S.H.I,M.S.I.

Description: http://seeklogo.com/images/U/uin-ar-raniry-banda-aceh-logo-D1BA1CA569-seeklogo.com.png

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI AR-RANIRY
TAHUN AJARAN
2016/2017



BAB I

A.    Latar Belakang

Filsafat ilmu adalah dua kata yang saling terkait, baik secara substansial maupun historis karena kelahiran suatu ilmu tidak lepas dari peranan filsafat, sebaliknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. Kelahiran filsafat di Yunani menunjukkan pola pemikiran bangsa Yunani dari pandangan mitologi yang akhirnya lenyap dan pada gilirannya rasiolah yang dominan.
Perkembangan filsafat tidak berhenti begitu saja, hingga saat ini kita mengenal berbagai versi dalam pembagian cabang-cabang dari filsafat itu sendiri.Dari sekian banyak versi tersebut, tentulah ada cabang-cabang filsafat yang banyak digunakan saat ini. Oleh karena itu,
Tulisan kali ini masuk pada pembahasan sistematika filsafat. Dilihat dari  judulnya cukup asing bagi orang yang belum mendalami mata kuliah filsafat ilmu. Dari beberapa buku kami temukan bahwa yang dinamakan sistematika filsafat terdiri dari tiga model: Ontologi (wujud/hakikat).
Epistemologi (teori  pengetahuan) dan Aksiologi (nilai/guna). Terkadang tiga model sistematika filsafat itu dimasukkan pula ke dalam aliran, madzhab atau cabang-cabang dalam filsafat.
Digabungkan dengan metafisika, etika, logika dan lain-lain. Padahal tiga sistematika filsafat tersebut masih melahirkan cabang-cabang dalam filsafat yang akan akan kami jelaskan dalam sub tema di bawah ini.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, maka penulis akanmerumuskan masalah, diantaranya adalah:
1.      Apa pengertiandari filsafat?
2.      Apacabang cabang utama dari filsafat?
3.      Apa itu Logika filsafat?
4.      Apa yang dimaksud Aksiologi filsafat dan aliran-alirannya?

C.Tujuan

1.      Mengetahui pengertian tentang Metafisika Filsafat dan cabang-cabangnya.
2.      Mengetahui definisi dari Epistemologi, Aksiologi, Ontologi Filsafat.
3.      Mengetahui pengertian Logika Filsafat.
4.      Mengetahui cabang utama Filsafat.
















BAB II

PEMBAHASAN

A.    Filsafat Ilmu

Filsafat ilmu merupakan bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial.
Filsafat ilmu berusaha untuk dapat menjelaskan masalah-masalah seperti apa dan bagaimana suatu konsep dan pernyataan dapat disebut sebagai ilmiah, bagaimana konsep tersebut dilahirkan, bagaimana ilmu dapat menjelaskan, memperkirakan serta memanfaatkan alam melalui teknologi.
Selain itu, filsafat ilmu juga berusaha menjelaskan cara menentukan validitas dari sebuah informasi, formulasi dan penggunaan metode ilmiah, macam-macam penalaran yang dapat digunakan untuk mendapatkan kesimpulan, serta implikasi metode dan model ilmiah terhadap masyarakat dan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri.
Adapun beberapa pengertian dari filsafat yaitu :
1)      Filsafat adalah suatu metode berpikir reflektif dan metode pencarian  yang beralasan. Ini bukanlah metoda  filsafat yang eksklusif tetapi merupakan metode berpikir yang akurat dan sangat berhati-hati terhadap seluruh pengalaman.

2)      Filsafat adalah kumpulan masalah. Filsafat dikatakan sebagai kumpulan masalah. Ini maksudnya  adalah  bahwa sejak dahulu sampai sekarang banyak masalah yang sangat mendasar yang masih tidak terpecahkan . Meskipun para filsuf telah banyak mencoba memberikan jawaban .Seperti  pertanyaan apakah kebenaran itu?Apakah keindahan itu? dan apakah perbedaan antara benar dan salah?
3)      Filsafat merupakan  kumpulan teori atau sistem-sistem pemikiran. Filsafat berarti teori-teori  filosofik yang beraneka ragam atau sistem-sistem  pemikiran yang telah muncul dalam sejarah.[1]

 

B.     Cabang Utama Filsafat

Filsafat secara umum terbagi duayaitu :filsafat teoritis dan filsafat praktis. Yang termasuk filsafat teoritis adalah: ontologi (metafisika), dan epistemologi. Sedangkan aksiologi adalah filsafat praktis.

Filsafat Teoritis :

a.    Ontologi

Ontologi kerap disebut juga metafisika atau filsafat pertama.Kata ontologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu on atau ontos yang berarti ada atau keberadaan dan logos yang bermakna studi atau ilmu tentang.
Karena itu, ontologi berarti ilmu tentang ada.Dengan kata lain, ontologi adalah cabang filsafat yang mengupas masalah.

b.    Epistemologi

Kata epistemologi berasal dari bahasa Yunani episteme( pengetahuan , ilmu pengetahuan) dan logos (pengetahuan, informasi).  Jadi, epistemologi dapat berarti “pengetahuan tentang pengetahuan” atau teori pengetahuan.Singkatnya, epistemologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang pengetahuan.
Filsafat Praktis yaitu :

c.    Aksiologi

Aksiologi berakar kata axios (layak,pantas), dan logos (ilmu, studi mengenai).  Jadi, aksiologi adalah studi filosofis tentang hakikat nilai-nilai.[2]

C.    Cabang-Cabang Filsafat

Pada awal perkembangannya, filsafat meliputi keseluruhan jenis ilmu pengetahuan.Pada masa ini pengetahuan belum terpecah-pecah dan tersesialisasi. Namun dalam perkembangan berikutnya, tepatnya pada masa Renaissance abad ke-17 M dan sesudahnya, ilmu-ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang sangat luar biasa dan akhirnya memisahkan diri dari filsafat.
Setelah filsafat “pecah” menjadi berbagai disiplin ilmu, aktifitas filsafat tidak mati, tetap masih hidup dengan corak baru, yaitu sebagai “ilmu istemewa” yang mencoba memecahkan masalah yang tetap terpecahkan oleh ilmu. Yang menjadi masalah adalah, apa sajakah yang masih menjadi bagian filsafat dalam coraknya yang baru tersebut. Persoalan ini membawa kita kepada perbincangan tantang cabang-cabang filsafat.
Banyak para filsuf yang membagi filsafat ilmu menjadi berbagai cabang, seperti H. De Vos, Prof. Albuerey Castell, Dr. M. J. Langeveld, Aristoteles, dan lain-lain.Setiap filsuf memiliki perbedaan dalam membagi cabang-cabang filsafat ilmu.Walaupun ada perbedaan dalam pembagiannya, namun tentu saja lebih banyak persamaanya.
Setiap ahli filsafat mempunyai pembagian filsafat yang berbeda-beda.Berikut ini ditampilkan beberapa klasifikasi cabang-cabang filsafat.
M.J. Langeveld membagi filsafat dalam tiga masalah utama:
a.       Lingkungan masalah-masalah keadaan (metafisika manusia, alam, dan segala ciptaan Tuhan).
b.      Lingkungan masalah-masalah pengetahuan (teori kebenaran, teori pengetahuan, dan logika).
c.       Lingkungan masalah-masalah nilai (teori nilai, etika, estetita, moral, yang bernilai berdasarkan religi).


De Vos, dalam E.N.S.I.E. (Eerste Nederlandse Systematich Ingeriche Encyclopaedie), menggolongkan cabang-cabang filsafat sebagai berikut:
a.       Metafisika
b.      Logika
c.       Ajaran tentang ilmu pengetahuan
d.      Filsafat alam
e.       Filsafat kebudayaan
f.       Filsafat sejarah
g.      Etika
h.      Estetika
i.        Antropologi

Alburey Castell, guru besar filsafat di University of Oregon, membagi masalah-masalah filsafat atas enam bagian, yaitu:
a.       Theological problem (masalah teologis)
b.      Metafisikal problem (masalah metafisika)
c.       Epistemological problem (masalah epitemologi)
d.      Ethical problem (masalah etika)
e.       Political problem (masalah politik)
f.       Historical problem (masalah sejarah)


Will Durrant, dalam bukunya yang berjudul The Story of Philosophy, menemukakan lima cabang filsafat sebagai berikut:
a.       Logika
b.      Estetika
c.       Etika
d.      Politika
e.       Metafisika

Aristoteles membagi filsafat ke dalam tiga bidang studi:
a.       Filsafat spekulatif atau teoritis, filsafat teoritis atau spekulatif bersifat objektif. Termasuk dalam bidang ini ialah fisika, metafisika, biopsikologi, dan sebagainya. Tujuan utama filsafat spekulatif ialah pengetahuan demi pengetahuan itu sendiri.

b.      Filsafat praktika, filsafat praktika memberi petunjuk danpedoman bagi tingkah laku manusia yang baik dan sebagaimana mestinya. Termasuk dalam bidang ini adalah etika dan politik. Sasaran penting bagi filsafat praktika ialah membentuk sikap dan perilaku yang akan memampukan manusia untuk bertindak dalam terang pengetahuan itu.

c.       Filsafat produktif. Filsafat produktif adalah pengetahuan yang membimbing dan menuntun manusia menjadi produktif lewat suatu keterampilan khusus. Termasuk dalam bidang ini ialah kritik sastra, retorika, dan estetika. Adapun sasaran utama yang hendak di capai ialah agar manusia sanggup menghasilkan sesuatu, baik secara teknis maupun secara puitis dalam terang pengetahuan yang benar.


Masih banyak pembagian lain yang ditawarkan oleh para filsuf. Akan tetapi, saat ini pada umunya filsafat dibagi kedalam enam bidang studi atau cabang sebagai berikut:
a.       Epistemologi adalah filsafat tentang ilmu pengetahuan yang mempersoalkan sumber, asal mula, dan jangkauan, serta validitas dan reabilitas (reability) dari berbagai klaim terhadap pengetahuan.

b.      Metafisika adalah filsafat tentang hakikat yang ada di balik fisika, tentang hakikat yang bersifat transenden, di luar jangkauan pengalaman dan pengamatan indra manusia. Metafisika terdiri dari ontologi, kosmologi, teologi metafisik, dan antropologi.

c.       Logika adalah studi tantang metode berfikir dan metode penelitian ideal, yang terdiri dari observasi, introspeksi, deduksi dan induksi, hipotesis dan eksperimen, analisi dan sintesis.

d.      Etika adalah studi tentang tingkah laku yang ideal. Termasuk dalam etika adalah aksiologi.

e.       Estetika adalah studi tentang bentuk ideal dan keindahan. Estetika sering disebut juga filsafat seni (philosoplry of art).

f.       Filsafat-filsafat khusus atau filsafat tentang berbagai disiplin seperti filsafat hukum, filsafat sejarah, filsafat alam, filsafat agama, filsafat manusia, filsafat pendidikan dan sebagainya.[3]

Dari beberapa pandangan filsuf tersebut, sekarang filsafat memiliki beberapa cabang, yaitu metafisika, logika, epistemologi, etika, dan estetika.

1.      Metafisika

Metafisika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada atau membicarakan sesuatu dibalik yang tampak. Metafisika tidak muncul dengan karakter sebagai disiplin ilmu yang normatif tetapi tetap filsafat yang ditujukan terhadap pertanyaan-pertanyaan seputar perangkat dasar kategori-kategori untukmengklasifikasikan dan menghubungkan aneka fenomena percobaan oleh manusia.Persoalan metafisis dibedakan menjadi tiga, yaitu ontologi, kosmologi dan antropologi.

 

·      Ontologi (Teori Alam dan Tipe-Tipe Realitas)

Ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret atau realistis.
Hakekat kenyataan atau realitas bisa didekati ontologi dengan dua macam sudut pandang, yaitu kuantitatif (menanyakan apakah kenyataan itu tunggal atau jamak?) dan kualitatif (menanyakan apakah kenyataan/realitas tersebut memiliki kualitas tertentu, seperti misalnya daun yang memiliki warna kehijauan, bunga mawar yang berbau harum).
Adapun teori Ontologi utama meliputi:
1. Materialisme à Objek-objek fisik yang ada mengisi ruang angkasa dan tidak ada yang lainnya. Semua sifat fisik alami tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri.
2. Idealisme à Hanya pikiran/berpikir, spirit, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan berpikir yang benar-benar nyata (konkret).
3. Dualisme à Keberadaan berpikir/pikiran dan material adalah nyata dan keduanya tidak saling mengurangi satu dengan yang lain.
         Kosmologi (Teori Umum Proses Realitas)
Kosmologi berkepentingan terhadap cara berbagai benda dan peristiwa yang satu mengikuti cara berbagai benda dan peristiwa lain menurut perubahan waktu (satu benda ditentukan oleh benda lainnya). Satu benda atau peristiwa ditentukan oleh sebab sebelumnya dan tidak dapat dibalik.
Determinan-determinan dari peristiwa alam yang dianggap beroperasi dengan cara terakhir tersebut dinamakan Aristoteles sebagai “sebab-sebab final” àfinal causes àdikenal sebagai antecedent causes.
Determinismemerupakan pandangan tentang apapun yang terjadi bersifat universal, tanpa kecuali, dan secara lengkap ditentukan oleh sebab-sebab sebelumnya. Bila pandangan ini digabung dengan konsepsi materialisme, yaitu semua proses adalah fisik secara ekslusif, maka pandangan deterministik ini dinamakan mekanisme. Deterministik diakui dunia pendidikan internasional sebagai pendekatan yang powerful.
Selain pandangan determinisme, kita perlu mengenal pandangan lain, yaitu teleologi. Teleologi adalah proses yang dianggap ditentukan oleh aneka pengaruh atau sebab akhir (influenced by ends).
         Antropologi
Adalah ilmu yang menyelidiki tentang manusia yang berkaitan dengan pertanyaan pertanyaan tentang hakikat manusia dan pentingnya dalam alam semesta.
2.      Logika
Logika adalah cabang filsafat yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita. Logika membahas tentang prinsip-prinsip inferensia (kesimpulan) yang absah (valid) dan topik-topik yang saling berhubungan. Logika dibagi menjadi dua, yaitu:
1.      Logika deduktif (deductive form of inference), yaitu cara berpikir di mana pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya menggunakan pola berpikir silogismus. Pernyataan yang mendukung silogismus disebut premis.
Kesimpulan merupakan pengetahuan yang didapat dari penalaran deduktif berdasarkan kedua premis tersebut (Suriasumantri. 1988: 48-49). Perkembangan logika deduktif dimulai sejak masa Aristoteles, setelah kontribusi oleh Stoics dan para logikawan lain pada zaman pertengahan, mereka mengasumsikannya sebagai garis besar tradisi Aristotelesian
2.      Logika induktif (inductive form of inference), yaitu cara berpikir yang dilakukan dengan cara menarik suatu kesimpulan bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat khusus. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang khas dan terbatas kemudian diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.
 Prinsip induktif mampu digunakan dalam ilmu terapan pada masa John Stuart Mill dalam metodenya tentang analisis–sebab (causal analysis) bersama dengan prinsip teori peluang dan praktek statistik yang masih menjadi sumber-sumber utama penampilan buku tentang logika induktif.
Banyak para ahli berpendapat bahwa sekalipun sejak 1940-an logika deduktif berkembang tetapi masih belum menyamai taraf yang dicapai oleh logika deduktif. Dalam hal ini, logika deduktif lebih powerful.

3.      Epistemologi
Epistemologi (dari bahasa Yunaniepisteme = pengetahuan dan logos = kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, dan jenis pengetahuan. Topik ini termasuk salah satu yang paling sering diperdebatkan dan dibahas dalam bidang filsafat, misalnya tentang apa itu pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, macamnya, serta hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan.
Epistomologi atau teori pengetahuan berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, diantaranya metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis.
4.      Etika
Etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku (moral) atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik ataupun buruk. Etika dalam kajian filsafatnya dapat diberi arti sebagai tata krama dan sopan santun yang lahir dari pemahaman perbuatan yang baik dan buruk serta sebuah tata aturan yang berlaku dalam masyarakat yang menjadi sebuah kebudayaan yang wajib untuk taat dipatuhi.
5.      Estetika
Estetika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang keindahan. Estetika disebut juga sebagai “filsafat keindahan” (philosophy of beauty). Dalam Encyclopedia Americana (1973). Estetika merupakan cabang filsafat yang berkenaan dengan keindahan dan hal yang indah dalam alam dan seni.[4]



DAFTAR PUSTAKA
Abdulhak, Ishak .1996. Filsafat Ilmu Pendidikan .Jakarta: PT Grafindo Persada .
Ali Maksum.2011. Pengantar Filsafat.Depok.Ar-Ruzz Media.
Julian,Bagini,2002,Lima Tema Utama Filsafat, PT Traju Mijan Publika. Jakarta.
Wardah.file:///C:/Users/vijar/Documents/AKU/Dunia%20Makalah%20%20Cabang%20Ilmu%20Filsafat.html.





















[1]Julian,Bagini,2002,Lima Tema Utama Filsafat, PT Traju Mijan Publika, Jakarta, 2002,hlm.03.
[2]Wardah, file:///C:/Users/vijar/Documents/AKU/Dunia%20Makalah%20%20Cabang%20Ilmu%20Filsafat.html, pada tanggal 11 April 2014 pukul 21.03
[3]Ali Maksum, Pengantar Filsafat, Ar-Ruzz Media, Depok, 2011, hal. 34.
[4]Prof. Dr. H. Ishak Abdulhak, M.Pd, Filsafat Ilmu Pendidikan ,PT Grafindo Persada , Jakarta, 1996, hlm. 07.



laporan akhir fisika dasar

Beberapa ebook

Di bawah ini adalah beberapa ebook yang saya dapatkan dari dosen ,teman dan situs web lainnya, kemudian saya post ulang untuk iseng2 s...